Nasser Kanaani, Selasa (5/9/2023) malam dalam jumpa persnya
menanggapi pertanyaan wartawan seputar kunjungan Menlu Rezim Zionis ke
Bahrain, dan pembukaan Kedubes rezim itu di Manama.
Ia menjelaskan, "Di saat Rezim Zionis dilanda krisis mendalam dan luas
di dalam negeri, serta meluasnya penentangan dan protes
organisasi-organisasi hak asasi manusia internasional atas kejahatan
Israel, terhadap rakyat Palestina, maka sebenarnya rezim ini berada
dalam kondisi lemah, degenerasi, dan keruntuhan."
Kanaani menambahkan, "Langkah normalisasi segelintir pemerintahan Muslim
dengan Rezim penjajah Al Quds, tidak sejalan dengan hikmah politik, dan
bertentangan dengan tanggung jawab kemanusiaan, moral dan internasional
negara-negara Muslim itu atas dukungan terhadap hak tak terbantahkan
rakyat Palestina."
Kedubes Rezim Zionis di Bahrain, dibuka pada hari Senin lalu dengan
dihadiri oleh Menlu Rezim Zionis Eli Cohen, dan Menlu Bahrain Abdullatif
bin Rashid Al Zayani di Manama.
Jubir Kemlu Iran menegaskan, "Langkah normalisasi segelintir
pemerintahan Muslim di bawah tekanan tangan-tangan jahat para pemimpin
Zionis, tidak akan mengganggu sedikit pun tekad bangsa Palestina, untuk
membebaskan tanah airnya dari cengkeraman penjajah Zionis."
Menurutnya, langkah normalisasi tidak mencerminkan keinginan rakyat
negara-negara Muslim itu, dan sikap tegas rakyat Libya yang baru-baru
ini ditunjukkan untuk menolak normalisasi dengan Israel, akibat
pertemuan rahasia Menlu negara itu, adalah bukti dalamnya kebencian
bangsa-bangsa kawasan atas Rezim Zionis. (HS)
342/